Gubernur Banten : Waspadai Masuknya Teroris di Lingkungan Pesantren


Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, mengimbau pimpinan pondok pesantren mewaspadai masuknya pelaku terorisme, ke dalam lembaga pendidikan itu. Dalam hal ini, agar pondok pesantren tidak hanya konsentrasi terhadap pemahaman pendidikan keagamaan saja, tetapi juga harus mengimbanginya dengan pengetahuan umum.

Hal itu disampaikan Atut, saat membuka Rekerwil Rabithah Ma`ahidil Islamiyah (RMI) (Asosiasi Pondok Pesantren Islamiyah) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Banten di Serang, Kamis. “Pesantren harus memiliki pemahaman atau wawasan pengetahuan umum agar tidak mudah terpengaruh pemahaman terkait terorisme,” katanya

Ia juga meminta agar pondok pesantren tidak hanya konsentrasi terhadap pemahaman pendidikan keagamaan atau kitab kuning, tetapi juga harus mengimbanginya dengan pengetahuan umum, agar mengenal dunia luar dan tidak terpengaruh dengan hal berkaitan dengan terorisme.

“Kita juga bisa menonton berita atau informasi untuk mengenal dunia luar dan situasi yang aktual terjadi di wilayah kita,” katanya.

Gubernur menyebutkan, berdasarkan data dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, jumlah pesantren di daerah itu 3.232 unit, dan 90 persen di antaranya dikelola keluara besar organisasi NU. Karena itu, Rakerwil tersebut agar dimanfaatkan untuk membahas dan melaksanakan berbagai program sesusai dengan perencanaan RMI pusat.

“Saya juga butuh data konkret pondok pesantren yang ada di bawah naungan NU, tujuannya untuk mensinergikan program yang ada di pemerintah dengan pesantren,” katanya.

Dengan menggabungkan antara ilmu agama dengan pengetahuan umum, diharapkan pondok pesantren dapat melahirkan sumber daya manusia yang handal, tidak hanya pada bidang keagamaan tetapi pada bidang lainnya, sehingga lulusan pesantren juga bisa menjadi politisi, gubernur, anggota DPR, pengusaha, pedagang, serta profesi lainnya.

“Kita jangan jadi penonton di daerah sendiri tetapi harus jadi pelaku utama. Saat ini kita sedang melakukan perubahan, bukan hanya wacana,” kata Atut menegaskan.

Gubernur juga mengimbau, seluruh umat beragama di Banten, agar menjaga situasi yang kondusifitas lingkungannya dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2011, supaya tercipta keharmonisan antar umat beragama maupun intern umat beragama untuk mengisi pembangunan yang sedang dijalankan.

Ketua RMI NU Provinsi Banten  bertujuan untuk membahas berbagai program yang akan dilaksanakan pondok pesantren, di antaranya pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga bidang-bidang lainnya seperti ekonomi dan sosial dan teknologi informasi serta mengembangkan potensi masing-masing pesantren.

“Dalam waktu dekat kami juga akan segera melakukan pelatihan tentang informasi teknologi di pesantren-pesantren yang tergabung dalam RMI. Pesantren saat ini harus terlibat mengurusi masyarakat,”

Satu Tanggapan

  1. Subhanallah………..
    Gubernur Banten……….

    Kunjungi website kami :
    http://nurul-ilmi.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: