PENDIDIKAN ANAK


PENDIDIKAN ANAK

Oleh:KH.A.Khudori Yusuf.Lc.MA

 

Allah ta’ala berfirman :

يا أيها الذين ءامنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس( والحجارة … ) (سورة التحريم : 6

Maknanya: “Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nerakayang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”(Q.S. at-Tahrim : 6)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam :

كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أويمجسانه ” (رواه البخاري ومسلم)

 

Maknanya: “Setiap bayi terlahir dalam keadaanfitrah (kesiapan untuk menerima kebenaran Islam),Kedua orang tuanyalah yang akan mengubahnyamenjadi (beragama tidak benar) Yahudi, Nasraniatau Majusi” (H.R. al Bukhari dan Muslim)

Wahai saudaraku sesama muslim, ketahuilah bahwa pendidikan anak termasuk hal yang terpenting dan sangat ditekankan dalam Islam.Anak adalah amanat yang Allah percayakan kepada kedua orang tuanya. Hati anak bagaikan mutiara yang sangat berharga, yang bersih (kosong) dariukiran apapun, menerima ukiran apapun dan memiliki kecenderungan terhadap apapun yang diarahkan kepadanya. Jika dibiasakan dandiajarkan kepadanya kebaikan maka ia akan tumbuh dan berkembang dalam kebaikan dan akan berbahagia di dunia dan akhiratnya. Pahalanya juga akan diperoleh oleh kedua orang tuanya dansetiap guru dan orang yang ikut serta mendidiknya. Dan sebaliknya, jika anak dibiasakan berbuat jelek dan dibiarkan seperti halnya binatang ternak maka ia akan celaka dan rusak, dosanyapun akan turut ditanggung oleh orang yang bertanggungjawab merawat dan mendidiknya.

Memelihara anak adalah dengan caramendidik, menempa dan mengajarkan kepadanya akhlak-akhlak yang baik danmenjaganya dari kawan-kawan yang buruk,dan alangkah banyaknya teman-teman buruk di masa sekarang ini.Orang tua hendaknya tidak membiasakan carahidup mewah terhadap anak, tidak mencintakan perhiasan dan bentuk-bentuk kemewahan hidup kepadanya sehingga nantinya anak akan menghabiskan umurnya untuk mengejar kemewahan tersebut ketika dia besar.Hendaknya dari awal anak diawasi dengan baik. Jangan memilih untuk menyusui dan merawa tanak kecuali seorang perempuan yang salehah,berpegang teguh dengan ajaran agama, memakan barang yang halal saja. Karena susu yang dihasilkan dari makanan yang haram tidak ada berkahnya, sehingga jika disusu oleh anak bayidagingnya akan tumbuh dari sesuatu yang buruk,maka tabiatnya-pun akan condong kepada perangai yang buruk pula.Kemudian juga dipantau tabiat anak, jika iamenjaga diri dan malu untuk melakukan beberapa hal serta ia meninggalkan beberapa perbuatan maka ini adalah berita gembira yang menunjukkanlurusnya akhlak dan bersihnya hati. Ini adalah awa lbaik yang akan mengantarkan kepada kesempurnaan akal ketika baligh, jadi sudah sepatutnya sifat malu ini dimanfaatkan dalam usaha mendidiknya.Hal yang umumnya dialami oleh setiap anak ketika berumur dua atau tiga tahun adalah rakus makanan. Jadi seyogyanya anak dididik dalam halini, misalnya dengan melarangnya mengambilmakanan kecuali dengan tangan kanan, membacabasmalah ketika makan, memakan makanan yang dekat dengannya, tidak mendahului mengambilmakanan sebelum orang lain, tidak menatapmakanan atau orang yang sedang makan, tidak tergesa-gesa ketika makan, makanan hendaknya dikunyah dengan baik, suapan-suapannya ketika makan hendaknya tidak bersambung terus menerus, makan dengan tiga jari, tidak mengotoritangan dan pakaian dengan makanan. Anak dibiasakan makan roti dan air saja di sebagian kesempatan sehingga dia tidak menganggap setiapkali makan harus pakai daging. Kepada anak diajarkan bahwa makan banyak adalah hal yang  buruk, orang yang banyak makan diserupakan seperti binatang. Diajarkan kepadanya bahwa anak yang terpuji adalah yang bersikap sopan dansedikit makannya. Dicintakan kepadanya untuk tidak begitu memperdulikan menu makanan dan hendaknya mencukupkan diri dengan menumakanan yang sedikit. Anak dicintakan terhadappakaian yang berwarna putih (karena memakai pakaian berwarna putih dengan niat mencontoh Rasulullah adalah sunnah). Hendaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang terbiasa hidup mewah, serba ada dan memakai pakaian-pakaian yang mewah, juga dijaga dari bergaul dengan orang yang memperdengarkan kepadanya perkataan yang memuji-muji pakaian yang mewah.Ketahuilah, bahwa anak yang diterlantarkan dan dibiarkan tanpa dididik di awal perkembangannya biasanya akan menjadi orangyang buruk akhlaknya; suka berbohong, penuh irihati, harus dipenuhi semua keinginannya, banyakngomong yang tidak perlu, banyak tertawa dantidak peduli terhadap perbuatan apapun yangdilakukannya.

 

Cara menjaga anak dari semua ituadalah dengan mendidiknya dengan baik.Kemudian ketika anak sampai usia tamyiz (usiadimana anak sudah memahami pertanyaan danbisa menjawabnya), hendaklah mulai disibukkan dengan belajar ilmu agama. Hal pertama yang diajarkan kepadanya adalah mensucikan Allah darimenyerupai makhluk dan prinsip-prinsip akidah yang lain yang terkait, kemudian diajarkan hukum hukum tentang cara bersuci dan sholat, anak diperintah untuk sholat dan puasa. Kemudiandiajarkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah bagiperut, lidah, tangan, kaki, mata, hati, tubuh danditakut-takuti agar tidak melakukan salah satudosa ini. Tidak perlu diperdulikan perkataansebagian orang bodoh yang mengatakan : anak itumasih kecil, tidak akan memahami apa yang anda sampaikan ini. Orang-orang bodoh semacam ini dikatakan kepada mereka apa yang dikatakan olehal Imam al Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin.Beliau setelah menjelaskan masalah-maslah i’tiqad,mengatakan: “Dan ketahuilah bahwa apa yang sudah kami jelaskan tadi, hendaknya disampaikan kepada anak kecil di awal perkembangannya, sehingga ia menghafalnya,dan dengan bertambahnya usianya ia akan memahami maknanya sedikit demi sedikit”.Setelah itu, anak diajari al Qur’an, perkataa nperkataanyang baik, cerita-cerita orang saleh dancara hidup orang-orang saleh tersebut, agartertanam dalam dirinya cinta kepada orang-orang saleh. Ketika nampak dari anak akhlak yang baik dan perbuatan yang terpuji hendaknya iadimuliakan karenanya dan dibalas dengan suatu pemberian yang membuatnya gembira.Jika seorang anak menyalahi yang semestinya satu kali, seyogyanya dilupakan dan tidak dibuka aibnya, apalagi jika anak menutup-nutupinya dan berusaha untuk menyembunyikannya, karena jika itu dibuka dan ditampak-tampakkan bisa jadi membuatnya lebih berani melakukan keburukan dan tidak perduli jika diketahui orang lain. Jika hal itu diulanginya, ketika itulah ia dicela dan dikatakan kepadanya : jangan mengulangi lagi. Anak juga jangan dicela terusmenerus karena itu akan membuatnya terbiasa mendengarkan celaan dan menyebabkan celaan itu tidak berpengaruh lagi pada dirinya.

Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan ketika berbicara dengan anak, ibunya hendaknya menakut-nakuti anak terhadap ayahnya. Anak hendaknya dilarang tidur siang karena itu menyebabkan kemalasan. Anak hendaknya tidak dibiasakan tidur di kasur yang lembut dan lunak supaya (tulang) anggotabadannya menguat dan keras. Anak dibiasakan untuk tidur di tempat yang biasa, pakaian yang biasa dan makanan yang biasa (bukan yang enak enak dan empuk-empuk).

Diriwayatkan bahwa ditanyakan kepada Rasulullah: Siapakah orangyang paling mulia ?, beliau menjawab:”من قل مطعمه وضحكه”Maknanya: “(orang yang baik adalah) orang yangpaling sedikit makan dan tertawanya”.Di siang hari anak dilatih untuk melakukan gerakan-gerakan dan berolah raga sehingga tidakbermalas-malasan.Anak dibiasakan untuk tidak tergesa-gesa dalam berjalan, tidak berbangga kepada teman temannya dengan apa yang dipunyai oleh kedua orang tuanya. Anak diajarkan bahwa kemuliaandan ketinggian derajat terletak pada sikap memberibukan menerima. Kepada anak dibencikan cinta terhadap (perhiasan) emas dan perak. Anak  diajarkan cara duduk yang baik, tidak dudukongkang-ongkang (meletakkan satu kaki di ataskaki yang lain), tidak duduk membelakangi orang,tidak menguap di hadapan orang. Anak dilarang banyak omong dan dijelaskan kepadanya bahwa banyak omong menunjukkan bahwa seseorang tidak punya malu. Anak dilarang sama sekali untuk bersumpah, baik ketika jujur maupun bohong sehingga tidak terbiasa bersumpah mulai dari kecil.Anak dilarang untuk mengawali pembicaraan, tidakberbicara kecuali ketika menjawab pertanyaan, dan menjawab sekedarnya sesuai pertanyaan. Anak diajarkan untuk mendengarkan orang yang berbicara kepadanya yang lebih besar darinya.Anak diajarkan untuk berdiri menghormat orang yang lebih besar darinya, memberikan tempat yang lapang untuknya. Anak dicegah untuk berkata yang tidak bermanfaat, berkata keji dan mencaci, dandilarang bergaul dengan orang yang terbiasa melakukan hal-hal semacam itu. Karena hal-hal semacam ini pasti tertular dari teman-teman buruk.Padahal hal yang paling prinsip dalam mendidikanak adalah menjaganya dari teman-teman buruk.Anak juga diajarkan bahwa jika dipukul tidak sepantasnya menjerit-jerit, karena itu adalah cirikhas perempuan. Setelah belajar misalnya anak diizinkan untuk bermain dengan permainan yang baik yang tidak membuatnya lelah dan letih.Anak diajarkan untuk taat kepada kedua orangtua, guru dan pendidiknya. Diajarkan juga bahwa kematian akan memutus semua kenikmatan dunia,karena dunia hanyalah tempat lewat dan bukan tempat menetap, sedangkan akhirat adalah tempatmenetap. Kematian bisa saja datang setiap waktu.Orang yang cerdik dan berakal adalah orang yang mencari bekal di dunianya untuk kehidupan akhiratnya.Jika perkembangan anak adalah perkembangan yang baik semacam ini maka ketika baligh ajaran-ajaran dan perkataan-perkataan tersebutakan mengena, berpengaruh, bermanfaat,menancap di hati anak seperti ukiran di atas batu.Jika yang terjadi sebaliknya; perkembangan anakadalah perkembangan yang tidak baik sehingga anak terbiasa bermain, berkata buruk, tidak punya malu, rakus makanan, berpakaian mewah,memakai perhiasan-perhiasan dan suka berbangga dan menyombongkan diri, maka hatinya akankeras (tidak tersentuh oleh nasehat) dan menolak untuk menerima kebenaran, seperti dinding yang tidak menerima tanah yang kering. Jadi segalaurusan ini permulaannya-lah yang harus diawasidan diperhatikan, karena anak dengan segalapotensinya adalah makhluk yang menerimakecenderungan kepada yang baik dan buruk,kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya cenderung dan condong kepada salah satu dari dua sisi ini.Sahl bin Abdullah at-Tustari, seorang wali yangsaleh mengatakan: “Dulu, ketika aku berusia tigatahun, aku bangun malam dan mengamati sholatpamanku Muhammad bin Siwar. Suatu hari pamanberkata kepadaku: Tidakkah engkau menyebutAllah yang menciptakanmu!, aku menjawab:Bagaimana aku menyebut-Nya? paman menjawab:Katakanlah dalam hatimu ketika kamu berselimut dengan pakaianmu tiga kali tanpa menggerakkan lidah; Allah selalu mengetahuiku, melihatku dan menyaksikan semua gerak-gerikku. Kemudian akupun melakukan itu beberapa malam lalu akumelapor ke paman, maka paman mengatakan:katakanlah setiap malam tujuh kali !. Akumelaksanakan perintah itu lalu aku melapor.Paman menjawab: katakanlah itu setiap malam sebelas kali, maka akupun melakukannya. Ternyata perkataan itu menyentuh hatiku dan terasa nikmat olehku. Setahun setelah itu pamanku berkata:Hafalkanlah apa yang telah kuajarkan dan rutinkan itu hingga kamu masuk kubur, itu akan bermanfaat bagimu di dunia dan akhirat. Aku-pun melakukan itu bertahun-tahun dan aku merasakan manisnya perkataan itu, kemudian paman berkata kepadaku:Wahai Sahl, orang yang diketahui oleh Allah, dilihat dan disaksikan oleh-Nya akankah ia bermaksiat kepada-Nya? jauhilah perbuatan maksiat olehmu!.Kemudian mereka mengirimku ke Kuttab (taman pendidikan anak, dimana anak diajari cara membaca, menulis dan dasar-dasar agama), akubelajar al Qur’an hingga aku menghafalnya ketikaberumur enam atau tujuh tahun. Aku terusberpuasa Dahr (berpuasa setahun penuh kecualilima hari yang diharamkan untuk berpuasa),makananku adalah roti dari gandum tanpa garamdan tanpa lauk pauk. Kemudian aku berkelana didunia beberapa tahun, lalu pulang ke Tustar. Akusenantiasa bangun malam seluruhnya. Al ImamAhmad ibn Hanbal berkata: Aku tidak pernahmelihatnya (Sahl) makan garam hingga iameninggal dunia.Lihatlah kasus Sahl ini, yang memperoleh derajat yang tinggi menurut Allah. Inilah keadaanorang yang tumbuh dan berkembang dengan perkembangan yang saleh dan baik, inilah hasi lpendidikan yang benar yang sesuai dengantuntunan agama. Oleh karena itu berusaha-lahmendidik anak-anak kalian seperti yang diridlaioleh Allah dan ingatlah sabda Nabi shallallahu’alayhi wasallam :

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية وعلم ينتفع به وولد صالح يدعو له

“Maknanya : “Apabila mati anak adam, terputus lahamal (dirinya sendiri)-nya kecuali tiga perkarayaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan-nya”.Hal yang terakhir ini (anak yang saleh) umumnyatidak akan terwujud tanpa kerja keras dan jerih payah kedua orang tua, karenanya jangan sampai seseorang di antara kita menyibukkan diri dan bersedih dengan berbagai musibah, kesedihan,cobaan dan kesulitan hidup sehingga melupakanpendidikan anak, karena mendidik anak itu lebihlayak menguras tenaga dan menghabiskan waktu kedua orang tua (dari pada menangisi kesedihankesedihanduniawi tersebut). Semoga Allahmemberikan karunia Dzurriyyah Shalihah;keturunan yang saleh bagi kita, Amiin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: