Kesalahpahaman muslim tentang Tasawuf


Pengertian Tasawuf

lafazh Tasawuf merupakan mashdar (kata jadian) bahasa Arab dari fi’il (kata kerja)yang artinya (menjadi) berbuluh yang banyak; dengan arti sebenarnya adalah menjadi Shufi, yang ciri khas pakaiaanya selalu terbuat dari bulu domba (wol)Para Ulama Tasawuf berbeda cara memandang kegiatan Tasawuf, sehingga mereka merumuskan definisinya juga berbedaa.Asy-Syekh Muhammad Amin Al-kurdy mengatakan: Tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui hal ikhwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari (sifat-sifat) yang buruk dan mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji, cara melakukan suluk, melangkah menuju (keridhaan) Allah dan meninggalkan (larangan-Nya) menuju kepada (perintah-Nya)b.Imam Al-Ghazaly mengemukakan pendapat Abu Bakar Al-Kattany yang mengatakan: Tasawuf adalah budi-pekerti; barangsiapa yang memberikan bekal budi-pekerti atasmu, berarti ia memberikan bekal atas dirimu dalam Tasawuf. Maka hamba yang jiwanya menerima (perintah) untuk beramal, karena sesungguhnya mereka melakukan suluk dengan nur (petunjuk islam). Dan ahli Zuhud yang jiwanya menerima (perintah) untuk melakukan beberapa akhlaq (terpuji), karena merka telah melakukan suluk dengan nur (petunjuk) imannya.c.Mahmud Amin An-nawawy mengemukakan pendapat Al junaid Al-Baghdaady yang mengatakan: Tasawuf adalah memelihara (menggunakan) waktu. (lalu) ia berkata; Seorang hamba tidak akan menekuni (amalan Tasawuf) tanpa aturan (tertentu), (menganggap) tidak tepat (ibadahnya) tanpa teruju kepada Tuhan-nya dan merasa tidak berhubungan ( dengan Tuhan-nya) tanpa menggunakan waktu (untuk beribadah kepadan-Nya)d.As-Suhrawady mengemukakan pendapat Ma’ruf Al-Karakhy yang mengatakan: Tasawuf adalah mencari hakikat dan meninggalkan sesuatu yang ada di tangan makhluk (kesenangan duniawi)

Kesalahpahaman muslim tentang Tasawuf

Sebagian ulama tanpa disadari membingungkan ummat mereka dengan pernyataan bahwa Tasawuf adalah dari Nasrani, Budha atau dari ajaran atau agama lainnya.Pernyataan sebenarnya adalah Tasawuf ada di Nasrani, Budha, di ajaran atau agama lainnya, begitu pula dalam Islam Lho,  koq ulama kaumku bisa keliru ? Tentu saja bukankah  kita yakin bahwa ulama tentu tidak maksum (terjaga dari segala kesalahan).

Oleh karenanya kita sebaiknya mengikuti atau taat kepada ulama yang sudah disepakati oleh jumhur ulama.Kalau jumhur (banyak) ulama menyelisihi pendapat ulama yang kita ikuti maka kita harus lebih berhati-hati mengikuti ulama itu dengan selalu merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Apakah konten Tasawuf dalam Islam ?

yakni, tentang akhlak dan budi pekerti, bertobat, bertalian dengan hati (tazkiyatun nafs) , cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, qanaah, tawakal, zuhud, ma’rifatullah dan lain-lain Apakah nama program studinya pada sekolah tinggi / universitas Islam ? Jadi Tasawuf adalah hanya sekedar nama atau istilah saja yang telah disepakati oleh banyak orang.

Lalu apakah konten Tasawuf serupa disemua agama ? Ya, tentu nama atau istilah sepakat dipergunakan untuk sesuatu yang sama atau hampir sama. Jadi konten Tasawuf hampir sama disemua ajaran atau agama , tentang akhlak, jiwa, mengenal yang disembah. Yang berbeda adalah tuhan yang disembah. Dalam Islam , Tiada Tuhan selain Allah Coba kita perhatikan , di zaman modern ini , banyak kita dapati sekolah-sekolah nasrani menghasilkan murid-murid yang berhasil dalam belajarnya karena akhlak mereka yang baik seperti disiplin, tertib, gigih, tekun dan akhlak-akhlak baik lainnya Ini sunnatullah, mereka mendapat apa yang mereka usahakan Apapun di alam dunia berlaku hubungan sebab-akibat.

firman Allah, yang artinya, “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan”. (QS. Hud : 15-16)

Mereka mendapatkan hasil dari segala upaya pekerjaan di dunia, namun karena mereka menyembah selainNya maka mereka diakhirat mendapatkan neraka. Naudzubillah min zalik.

Lalu mengapa kita yang telah bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, tidak berupaya berakhlakul karimah ?

Mungkinkah kesalahpahaman tentang Tasawuf ini merupakan upaya untuk menjauhkan dari Allah ?

Mungkinkah menjauhkan muslim dari Tasawuf merupakan upaya agar muslim tidak dapat berkomunikasi dengan Allah, bertemu dengan Allah, berinteraksi dengan Allah ?

Sadarilah bahwa orang-orang yang mempunyai rasa permusuhan pada mukmin sangat berkeingingan untuk “memisahkan” muslim dengan tasawuf/akhlakul karimah dengan cara membuat cerita-cerita mistik berlebihan, memberikan paradigma, stigma, definisi negatif pada tasawuf dalam Islam.

Sungguh seorang muslim yang mengenal tasawuf dalam Islam atau akhlakul karimah maka mereka akan mempunyai kesadaran pada realitas peran dan fungsi di dunia. Kesadaran inilah yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang mempunyai rasa permusuhan pada mukmin. Kesadaran akan peran dan fungsi manusia di dunia sebagai hamba Allah. Kesadaran bahwa tiada daya upaya selain pertolongan/izin Allah.

Marilah kita mendalami dan menjalankan pokok-pokok ajaran dalam Islam secara menyeluruh (kaffah), sebaiknya tidak menolak/meningkari satu pokokpun. Pokok-pokok ajaran dalam Islam yakni, , Islam (rukun Islam, fiqih), Iman (rukun Iman, Ushuluddin), Ihsan (akhlak, Tasawuf).

Kita mendalami dan menjalankan keseluruhan pokok-pokok ajaran dalam Islam agar menjadi muslim yang sholeh, muslim terbaik, muslim yang ihsan atau muhsinin yakni muslim yang dapat seolah-olah melihat Allah.

Seolah-olah melihat Allah yang timbul dari akhlakul karimah = keadaan sadar (kesadaran) atau perbuatan/perilaku secara sadar dan Mengingat Allah.

Setiap perilaku kita / akhlak kita harus dengan mengingat Allah, seluruh waktu kita penuh berinteraksi dengan Alllah

Berinteraksi dengan Allah dengan cara berinteraksi dengan firman-firmanNya yakni Al-Qur’an. Seluruh perbuatan / akhlak kita harus selalu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits

Marilah kita dalami dan jalankan Tasawuf dalam Islam.

Wassalam

2 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum, Salam kenal.
    oh ya titip posting ya http://dihyamd.wordpress.com/2010/06/25/mengenal-tasawuf/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: